OOP II DARI DOSEN


BAGIAN  II

PENYELEKSI KONDISI  DAN  PERULANGAN

( Oleh :  I Gede Aris Gunadi )

  1. I. Pendahuluan

( if … else , switch, for, while, do .. while )

Pada saat membuat sebuah program , kadang kala kita dihadapkan pada beberapa pilihan kondisi. Pada saat ini programmer dituntut mampu merancang sebuah alur, berdasarkan kondisi tertentu kemana program akan dieksekusi. Setiap alur yang dipilih akan memiliki konsekwensi yang berbeda sehingga akan menghasilkan output atau hasil akhir yang berbeda beda. Sebagai ilustrasi , sebuah program untuk menentukan status kelulusan seorang siswa dengan inputan nilai siswa, misalnya nilai siswa yang diinputkan 75, program harus mampu memberikan status, apakah nilai 75 termasuk katagori lulus atau tidak. Disini seorang programmer harus membuat sebuah alur, berdasarkan kondisi tertentu. Misal kondisi yang dipilih adalah nilai kurang dari 70 dinyatakan tidak lulus, lebih dari atau sama dengan 70 lulus, maka alur program / penyeleksi kondisi  yang dapat dibuat seorang programmer, adalah :

Struktur penyeleksi kondisi diatas berdasarkan  if …else, yang disediakan java ( bagi yang sudah pernah belajar  pascal penyeleksi kondisi ini sama dengan bentuk   if … Then ….else , mungkin hanya struktur penulisan yang berbeda , namun logikanya sama ).

Untuk program yang lebih rumit, misalnya akan dilakukan seleksi sebanyak 500 siswa, maka dibutuhkan statement perulangan, didalam java sudah disediakan beberapa pilihan untuk perulangan, yaitu : for, while, do.. while

  1. Algoritma

Pada dasarnya program computer apapun bahasa yang digunakan, adalah gabungan antara struktur data dan Algoritma.

Program  = Algoritma  + struktur Data.

Dengan demikian dalam membuat sebuah program, algoritma yang digunakan memegang peran yang sangat penting. Bisa kualitas sebuah algoritma dikaitkan dengan kecepatan eksekusi program ( running time).

Algoritma sendiri definisikan alur logika yang mendefinisikan langkah langkah secara terstruktur untuk menyelesaikan suatu masalah.

III   Penyeleksi Kondisi If

  1. Satu Kondisi

Seleksi satu kondisi merupakan seleksi yang paling sederhana, disini  if digunakan untuk menguji sebuah ekspresi apakah memenuhi persyaratan kondisi yang ditetapkan. Bila ekspresi sesuai dengan pernyataan maka seleksi akan bernilai benar, dan statement yang meyertai if akan dieksekusi.Sebaliknya jika ekspresi tidak sesuai dengan persyaratan kondisi maka statement yang menyertai if akan dilewati .

Berikut ini adalah bentuk flowcart if ( satu kondisi )

Gambar 2.1  Flow cart  if 1 Kondisi

Didalam bahasa pemrogram java  if dengan satu kondisi dituliskan sebagai berikut :

Sebagai contoh penerapan, berikut ini adalah sebuah program untuk menentukan apakah seorang siswa lulus, ( lulus apabila nilai >= 60).

Sehingga sesuai struktur diatas , seleksi kondisinya dapat dituliskan sebagai berikut :

….

If ( nilai > = 60 )

{

System.out.println(“ Selamat anda Lulus”);

}

….

Berikut contoh sebuah class yang mengimplementasikan contoh diatas.

importjavax.swing.*;public classSatu_Kodisi_IF {/**

* Contoh Implementasi

* If 1 Kondisi

* oleh : I Gede Aris Gunadi

* Programe Sedarhana jadi kita hanya pakai …

* metode main saja

* lain kali programnya rumit, buat methode lainnya…ok

*/

static double nilai_Siswa;

static String masukan_Nilai;

public static void main(String[] args)

{

System.out.println(” Silahkan masukan nilai Siswa [0 –        100]:”);

masukan_Nilai = JOptionPane.showInputDialog(“Masukan nilai  siswa [0-100]”);

nilai_Siswa = Double.parseDouble(masukan_Nilai);

// baris berikut selekesi kondisi dengan if.. Perhatikan  dan Pahami

if (nilai_Siswa >= 60.0)

{

System.out.print(” Selamat Anda Lulus”);

}

}

}

Cobalah memberi sebuah nilai masukan , missal 80 dan 55  apa hasil eksekusi jelaskan kenapa hal itu terjadi.

  1. Dua Kondisi

Pada contoh diatas, seandainya dimasukan nilai 55, setelah program dijalankan tidak ada yang dihasilkan. Secara logika nilai 55 tidak lulus , agar nilai 55 bisa diproses maka disini harus ada dua kondisi, yaitu :

  • Kondisi pertama : seandainya nilai >= 60, maka statusnya lulus
  • Kondisi kedua    : nilai yang bukan termasuk ( selain) kondisi pertama, artinya berapapun nilai yang diberikan asal nilai tidak lebih atau sama dengan 60 , maka dikatogorikan kondisi kedua, maka statusnya tidak lulus.

Dalam bahasa java strukturnya menggunakan if …. Else,

Sehingga untuk contoh soal diatas , jika dikembangkan menjadi if dua kondisi menjadi :..

….

If ( nilai > = 60 )

{

System.out.println(“ Selamat anda Lulus”);

}   else

{

System.out.println (“ Tidak lulus, maaf harus mengulang”);

}

….

Modifikasi program diatas menjadi if – 2 kondisi sebagai berikut:

importjavax.swing.*;public classDua_Kodisi_IF {/**

* Contoh Implementasi

* If 1 Kondisi

* oleh : I Gede Aris Gunadi

* Programe Sedarhana jadi kita hanya pakai …

* metode main saja

* lain kali programnya rumit, buat methode lainnya…ok

*/

static double nilai_Siswa;

static String masukan_Nilai;

public static void main(String[] args)

{

System.out.println(” Silahkan masukan nilai Siswa [0 – 100]:”);

masukan_Nilai = JOptionPane.showInputDialog(“Masukan nilai siswa [0-  100]”);

nilai_Siswa = Double.parseDouble(masukan_Nilai);

// baris berikut selekesi kondisi dengan if.. Perhatikan  dan Pahami …

if (nilai_Siswa >= 60.0)

{ System.out.print(” Selamat Anda Lulus”);

}

else

{

System.out.print(” Tidak Lulus, maaf harus mengulang”);

}

}

}

  1. Lebih Dari 2 kondisi

Untuk program yang lebih rumit, misalkan nilai siswa dikatagorikan dalam  beberapa klasifikasi, misalnya contoh diatas dikembangkang sebagai berikut :

Rentang Nilai Katagori
Nilai >= 80 A
80 < Nilai <= 66 B
66 < Nilai <= 56 C
Nilai <= 55 D

Untuk kasus seperti ini  terdapat lebih dari dua seleksi kondisi, dalam bahasa java strukturnya adalah  if … else if …else  dituliskan sebagai berikut :

Sehingga untuk contoh diatas dapat dituliskan sebagai berikut :

….

if ( nilai >= 80)

{ System.out.println ( “Nilai A”);}

else if ( nilai >= 66 )

{ System.out.println (“ Nilai B”);}

else if (Nilai >= 56 )

{ System.out.println (“ Nilai C”); }

else

{ System.out.println( “Nilai D”); }

….

III  Penyeleksi Kondisi Switch

Selain mengunakan if , java juga menyediakan penyeleksi kondisi switch dalam bahasa pascal switch sama dengan select … case.

Flowcart  switch dapat digambarkan sebagai berikut :

Dalam bahasa java struktur penulisan switch

sebagai berikut :

Sebagai contoh di Undiksha Singaraja, setiap fakultas memiliki kode tersendiri misalkan FMIPA kode 1, FIP kode 2, FIS Kode 3, FTIK Kode 4, FOK kode 5, FS Kode 6.

Seorang mahasiswa diminta memasukan kode untuk mengetahui Fakultasnya. Berikut ini adalah contoh program sederhana yang menerapkan switch .. case .

Tugas :

  1. Buatlah Sebuah Program yang mengimplementasikan if- lebih dari 2 kondisi, dan switch.

Ketentuan :

–          Program dikerjakan secara berkelompok ( 2 orang).

–          Tidak boleh ada tugas yang sama persis ( copy paste ), jika ditemukan nilai = 0.

–          Yang dikumpulkan  cukup hardcopy yang berisi :

  1. Souce code ( class)
  2. Hasil Compilasi Program.( Hasil Running Program)
  3. Analisa Jalannya program sehingga ketemu hasil compilasinya

–          Dikumpul 1 minggu setelah tugas diumumkan.

Jika  Kita menanam Padi , kadang kala yang dipanen adalah Ilalang,  Namun Jika Kita Menanam Ilalang Jangan Pernah Berharap Memetik Padi ……”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: